Kasus Lengayang Jilid II, Dua Bintara Masih Ditahan

PAINAN- Sebelumnya, kasus oknum polisi pemukulan terhadap warga jilid pertama, mengakibatkan Kapolsek Lengayang dan anggotanya ditetapkan menjadi tersangka. Hal yang sama juga diperlakukan kepada dua oknum personil Polsek Lengayang yang melakukan pemukulan terhadap Ibus (44) Ketua Pemuda Ketua Pemuda Kampung Cupak Lakitan, Kecamatan Lengayang, Pessel.

Polres Pesisir Selatan menetapkan dua oknum personil Polsek Lengayang yang berinisial Bripka “S” dan Bripka “D”, Rabu kemarin. Selain itu, kedua oknum tersebut masih diamankan dan dalam proses pemeriksaan lebih lanjut P3D Polres Pessel. “Kedua oknum polsek Lengayang tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemukulan. Keduanya sudah diamankan di Mapolres Pessel,” ujar Kapolres Pessel AKBP Drs H Yoyok Sri Nurcahyo MSi kepada POSMETRO kemarin.

Menurutnya, laporan korban yang dipukul dibawah todongan pistol, masih dalam proses penyidikan intensif. “Kalau soal itu, masih dalam pemeriksaan. Informasi sementara, senjata memang dikeluarkan salah seorang oknum pelaku (Bripka D), karena masyarakat datang berduyun-duyun ke lokasi setelah mendengar ribut-ribut di rumah korban,” katanya.

Peristiwa pemukulan terhadap Ibus (44), Ketua Pemuda Kampung Cupak Lakitan Lengayang, Pessel terjadi pada Senin 22 September 2008 pukul 16.00 WIB. Kejadian ini merupakan aksi pemukulan jilid dua terhadap warga yang dilakukan oknum personil Polsek Lengayang (sebelumnya korban Donel Adi Putra ’25 pada Kamis 18 September 2008 pukul 08.30 WIB yang mengakibatkan luka robek ditelinga kiri dengan 6 jahitan).

Ibus diduga sekaitan keributan ringan di kantor pos setempat (saat pembagian BLT Sabtu 20 September 2008). Berselang dua jam kemudian, Bripka “D” mendatangi rumah korban. Bripka “D” datang bersama rekannya Bripka “S”. Tanpa banyak tanya, kedua oknum polisi mendobrak rumah korban sambil menodongkan pistolnya. “Jangan bergerak,” katanya seperti diulangi Ibus.

Melihat itu, korban langsung lari ke belakang rumah. Namun naas, korban akhirnya ketangkap dan dipukul hingga babak belur. “Saya ditinggal setelah tidak sadar di belakang rumah. Sekujur badan sakit, rahang kiri rasanya patah,” aku Ibus. Keluarga akhirnya membawa korban berobat ke Puskesmas Lengayang. “Hari itu juga (setelah berobat) saya melapor ke Mapolsek,” katanya (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s