Miras Oplosan, Enam Nyawa Melayang

Bila Miras menjadi Raja

Bila Miras menjadi Raja

PESSEL– Masih ingat dengan kasus tewasnya beberapa warga di Kabupaten Pasaman Barat, akibat menenggak minuman keras oplosan tahun lalu? Kini, kasus serupa kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pesisir Selatan. Korban akibat minuman keras (Miras) oplosan jenis Manssion House di daerah ini pun terus berjatuhan. Sedikitnya, enam nyawa telah melayang sepanjang satu pekan terakhir.
Korban keenam adalah Suardi alias Edi (50) warga Balimbiang, Kota Padang. Ia tewas setelah menenggak minuman haram tersebut sesaat setelah pesta miras yang digelarnya bersama rekan-rekannya di Kampuang Tanah Kareh, Nagari Gurun Panjang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (9/10) sekitar pukul 22.00 WIB lalu.

Kapolres Pessel melalui Kapolsek Bayang AKP Zulwagni kepada POSMETRO Jumat (10/10) di kantornya membenarkan kejadian itu. Menurutnya, korban merupakan warga Balimbiang, Padang itu memang dikenal suka mengkonsumsi miras. Dikatakan, korban yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh di Blok A Pasar Raya, Padang itu merupakan rang sumando Tanah Kareh. Kedatangan korban ke Tanah Kareh merupakan kegiatan rutin tahunan korban bersama istri dan anaknya (mudik).

“Pada malam naas tersebut, korban bersama rekan-rekannya menggelar pesta mira disebuah rumah. Karena terlalu kebanyakan minum akhirnya korban pingsan tak sadarkan diri,” ungkap Zulwagni. Dari peristiwa itu, korban segera dilarikan ke Puskesmas Pasa Baru yang berjarak sekitar 5 kilo meter dari lokasi kejadian. Namun malang, nyawa korban tak dapat diselamatkan setelah mendapatkan perawatan dari tim medis Puskesmas Pasa Baru.

“Dari hasil identifikasi tim medis di Puskesmas Pasa Baru, korban ditenggarai terlalu banyak menenggak minuman beralkohol sehingga korban over dosis,” jelasnya. Masih menurut Zulwagni, setelah dilakukan indentifikasi oleh tim medis, jasad korban diserahkan ke keluarganya untuk disemayamkan serta dikebumikan di pandam pekuburan milik keluarga korban.

“Polisi telah mengamankan beberapa botol miras jenis Manssion House untuk kepentingan penyidikan. Sementara kita telah memintai keterangan dari beberapa saksi,” pungkasnya. Seperti yang diberitakan Koran ini sebelumnya ada lima korban tewas akibat mengkonsumsi miras oplosan sepanjang satu minggu terakhir. Sejauh ini miras telah merenggut 6 nyawa dari tempat dan waktu yang berbeda sepanjang wilayah hukum Polres Pessel.

Dari kelima korban sebelumnya yakni, Hamka (28) karyawan PT Incasi Raya warga Sungai Teguh, Kecamatan Pancuang Soal, Indopuro meninggal pada Kamis (2/10) lalu, Isap (20) warga Kambang, Kecamatan Lengayang meninggal pada Sabtu (4/10) lalu, Andi (35) warga Kampuang Tanjuang Merdeka, Kecamatan Pancuang Soal Indopuro meninggal pada Senin (6/10), Eri (35) warga Kampuang Tangah, Kecamatan Bayang meninggal pada Selasa (7/10) dan Depi Adi Surya (30) warga Kampuang Tangah, Kecamatan Bayang (merupakan rekan Eri yang meninggal sehari sebelumnya) meninggal pada Rabu (8/10) kemudian disusul oleh Suardi.

Informasi yang diperoleh POSMETRO di lapangan masih terdapat dua korban miras yang masih dirawat di rumahnya masing-masing. Yakni, Ferinal (30) dan Idal (29) keduanya merupakan rekan minum korban Eri dan Depi Adi Surya pada Selasa (7/10) dini hari lalu. Dari tempat koban menggelar pesta miras tersebut disita sebanyak Wine 6 botol, anggur merah 1 botol, Bir Bintang 2 botol, 3 botol Hitam Wisky 7 botol, M 150 3 botol dan Bir Hitam 1 botol. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s