3 tahun kepemimpinan Nasrul Abit-Syafrizal

Bupati Pessel H Nasrul Abit

Bupati Pessel H Nasrul Abit

PAINAN- Tanpa terasa, kepemimpinan pasangan Bupati Nasrul Abit-Syafrizal telah berusia menjadi tiga tahun terhitung hari ini (Rabu, 17/9) sebagai kepala daerah Kabupaten Pesisir Selatan. Berbagai program telah ditelurkan pasangan ini dalam rentang tiga tahun tersebut, sejak dilantik 17 September 2005 silam.

Sekitar enam program pembangunan yang diperioritaskan Pemkab Pessel dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarkat Ranah Pasisie. “Pasca kami dilantik tahun 2005 lalu oleh Mendagri. Waktu itu, kami dihadapkan dengan data BPS yang mencatat 42.177 KK miskin di Pessel.

Artinya, sekitar 40 persen dari total jumah penduduk Pessel (105.000 KK) dalam kondisi miskin. Itulah yang menjadi PR berat buat kami dan memaksa kami untuk bertindak cepat untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut,” terang Bupati Pessel Nasrul Abit saat berdiskusi di Carano Room, Selasa (16/9).

Dari angka tersebut, kata Bupati, terdata 60 persen warga yang miskin itu tidak tamat SD, 21 persen tidak tamat SLTP dan 19 persen tidak tamat SLTA. “Dari angka tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa pendidikan termasuk salah satu faktor indikator kemiskinan. Maka dari itu, kami mulai berfikir untuk mengonsep program pendidikan gratis 9 tahun bagi warga,” tutur Bupati.

Tak hanya itu, tambah Bupati, dari jumlah 14.414 KK miskin yang mendapat BLT (data BPS 2005), tak ada satupun yang berobat ke Puskesmas atau rumah sakit. “Saat ditanya, mereka bilang tak ada biaya. Sejak saat itulah, kami mulai berfikir bagaimana memadukan konsep pendidikan dan pengobatan gratis untuk warga miskin tersebut. Maka dari itu, lahirlah yang namanya Program Keluarga Harapan (PKH) di Pessel,” ulasnya.

PKH tersebut, diyakini Bupati, adalah program satu-satunya yang ada di Sumbar. “Bagi warga yang sakit, jika tak ada biaya untuk ke Puskesmas, ya diberi ongkos. Setiba di rumah sakit, mereka dibebaskan pula dari biaya pengobatan. Dan sesampai di rumah, mereka pun ditambah dengan bantuan permodalan.

Begitupula halnya terhadap anak-anak miskin yang putus sekolah, jika tak ada ongkos pergi ke sekolah, diberi ongkos. Setiba di sekolah, mereka tidak dihadapkan lagi kepada biaya pendidikan lainnya,” tukas Nasrul Abit.

Ikut hadir bersama rombongan Bupati, Wabup Syafrizal, Kepala Bappeda Ir Erizon, Kepala Dinas Kimpraswil Ir Ihsanutaruddin, Kabag Humas Drs Syahlaluddin dan sejumlah staf. Dalam diskusi yang dipandu Pemred Padang Ekspres Oktaveri tersebut, turut hadir Pemred PosMetro Padang, Yulius Putra, Wapemred Padang Ekspres Two Efly dan Sukri Umar serta sejumlah redaksi Padang Ekspres dan PosMetro Padang.

PKH yang menjadi fokus kinerja, kata Bupati, termasuk ke dalam enam agenda pembangunan daerah yang mempunyai tiga pilar pembangunan; ekonomi, sosbud dan agama. Enam agenda tersebut, pertama, penegakan supremasi hukum. Kedua, revitalisasi pemerintahan daerah. Ketiga, peningkatan ekonomi, Keempat, pembangunan keagamaan. Kelima, pembangunan sosbud dan keenam, pembangunan sarana dan prasarana.

Dalam penegakan supremasi hukum, terang Bupati, Pemkab telah melakukan tindak tegas terhadap pelaku illegal logging. Diantaranya 11 kasus (2006), 12 kasus (2007) dan 9 kasus (2008). “Lain dari itu, kita juga telah membentuk SK 4 yang berfungsi untuk menindak tegas segala bentuk penyakit masyarakat,” tegasnya.

Dari program revitalisasi pemerintahan daerah, ulas Bupati, Pemkab telah melakukan program peningkatan SDM guru dan pegawai melalui pengiriman tuga belajar. “Tahun ini saja, 20 orang pegawai kita sekolahkan ke S2 dan 61 orang ke S1. Angka ini meningkat dari dua tahun sebelumnya. Lain dari itu, kita juga memberikan reward dan punishment untuk meningkatkan kinerja pegawai. Untuk tahun ini saja, kita beri reward Satya Lencana kepada 130 orang pegawai. Sementara untuk punishment, kita telah memberikan punish terhadap 142 orang pegawai pada tahun ini,” tuturnya.

Masih dalam program revitalisasi pemerintahan daerah, tambah Bupati, pada 2009, Pemkab merencanakan Camat sudah menjadi SKPD. “Ini artinya, pengelolaan keuangan Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) diserahkan sepenuhnya kepada Camat, termasuk dalam hal ini pengurusan gaji pegawai. Pendek kata, ini bertujuan untuk memotong mata rantai birokrasi. Ke depannya, jika ada perbaikan irigasi sepanjang 2-3 meter, jangan menjadi urusan Bupati dan Dinas Kimpraswil lagi, cukup penanganannya dengan Camat saja,” ulas Nasrul.

Lanjutnya, selama tiga tahun memimpin, kata Bupati, telah terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Pessel. Dari 5,1 (2005), 5, 22 (2006) hingga 5,57 (2007). “Untuk tahun ini, kami menargetkan angka pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,77. Tidak itu saja, kurun waktu tiga tahun terakhir, Pessel telah mampu swasembada beras. Peran peternakan dalam menopang perekonomian keluarga juga cukup tinggi. Ini ditandai meningkatnya rumah tangga peternakan dari 29.400 (2005) menjadi 54.396 (2008),” tukuknya.

Luas tanam perkebunan, tambah Bupati, juga meningkat. Diantaranya kakao, dari 508, 5 ha (2005) menjadi 1.306 ha (2008). Sawit dari 10.483 ha (2005) menjadi 10.693 ha (2008). Peningkatan luas tanam perkebunan ini, juga diikuti peningkatan produksi perikanan tangkap dari 24.533 ton/th (2005) menjadi 25.901 ton/th (2007).

“Tidak dalam hal perkebunan dan perikanan. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pada 2007 kita juga telah menyalurkan modal sebesar Rp300 juta kepada sejumlah pengurus koperasi dan KUD. Patut diketahui, pada tahun ini saja, lebih Rp60 miliar dana simpan pinjam beredar ke tengah-tengah masyarakat dan pelaku UKM,” ulasnya.

Tidak hanya itu, program perkuatan modal, kata Bupati, juga dilakukan. Diantaranya pengucuran kredit mikro nagari Rp10,8 miliar (Rp300 juta per nagari), PNPM mandiri Rp4,043 juta dan koperasi simpan pinjam Rp57 miliar.

“Semua program peningkatan ekonomi ini juga kita barengi dengan pembangunan moral agama yang menjadi pilar pembangunan penopang ekonomi. Diantara programnya meliputi peningkatan minat tulis baca Alquran di tingkat SD, pemenuhan guru bantu agama SD dan pemberian insentif guru TPA,” ungkapnya. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s