Korban Abrasi di Pessel Memprihatinkan

Hancur-- Salah satu rumah dari 38 rumah yang hancur disapu bencana gelombang tinggi di Muaro Aia Haji, Pessel.Foto Diky Lesmana

Hancur-- Salah satu rumah dari 38 rumah yang hancur disapu bencana gelombang tinggi di Muaro Aia Haji, Pessel.Foto Diky Lesmana

PESSEL–Bencana gelombang besar yang menghantam pinggiran pantai Muaro Aia Haji, Nagari Aia Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, empat hari lalu, masih meninggalkan duka lara di hati para korban.

Masyarakat yang kehilangan tempat tinggalnya itu kini harus menumpang di rumah kerabat dan tetangga sekitar. Sedikitnya, 38 rumah hancur. Bahkan, keberadaan rumah dan puing-puingnya pun tidak terlihat karena telah datar terbawa arus gelombang laut yang menyapu daerah itu.
Darius (50), salah seorang korban kepada POSMETRO bercerita, sekarang dirinya tinggal di rumah kerabatnya yang berada di lokasi itu.Selain kehilangan tempat tinggal dirinya juga kehilangan satu-satunya perahu untuk melaut yang sehari-harinya untuk menopang biaya kebutuhan hidup.

“Kini ko, tapaso ambo manumpang manjariang lauak jo biduak kawan untuk mamanuhi kabutuhan hiduik sahari-hari. (Sekarang, terpaksa saya numpang menjala ikan dengan perahu teman untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari),” ungkapnya lirih.

Dikatakannya, selama dua hari (Selasa dan Rabu 25-26/11) gelombang besar disertai angin kencang dan hujan lebat yang menghantam perkampungan nelayan ini. dengan sekejap memporak-porandakan dan meluluh-lantakan bangunan yang berada disekitar bibir pantai Muaro Aia Haji tersebut.

“Saya tidak mengira kejadian itu datang begitu cepat dan secara tiba-tiba. Saya tidak sempat menyelamatkan satu pun barang-barang yang terdapat di dalam rumah, akan tetapi saya masih beruntung nyawa istri dan anak-anak bisa selamat,” katanya.

Namun, lirihnya lagi, sekarang dirinya beserta anak-anaknya kehilangan tempat tinggal dan tidak tahu lagi sampai kapan bisa bertahan dan menumpangkan hidup dengan orang lain.

“Saya sangat berharap sekali kepada Pemerintah Kabupaten Pessel untuk segera mencarikan solusi bagi para korban abrasi pantai ini,” harapnya.

Bupati Pessel H Nasrul Abit saat mengunjungi para korban di lokasi kejadian mengatakan, sekarang pihaknya tengah melakukan pendataan yang lebih up to date kepada para korban abrasi pantai ini.

“Untuk sementara, kita telah memberikan bantuan berupa beras, mie instan, selimut, tikar, peralatan masak dan uang tunai masing-masing kepala keluarga Rp 500 ribu,” katanya.

Dia mengatakan, kita telah bentuk tim khusus untuk penanganan permasalahan ini. Kita berharap agar masyarakat terlebih dahulu bersabar dalam menghadapi bencana ini. Satu hal yang pasti Pemkab Pessel tidak akan tinggal diam.

Seperti berita yang dilansir koran ini sebelumnya, gelombang besar disertai angin kencang dan hujan lebat ini menghantam pinggiran pantai Muaro Aia Haji pada Selasa dan Rabu (25-26/11) lalu. Dari kejadian ini dilaporkan rumah hancur serta rumah yang terseret arus sebanyak 35 unit. Namun, selang satu hari rumah rusak pun bertambah menjadi 38 unit. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s