Puluhan Buruh Gali Diterlantarkan

Buruh Terlantar

Buruh Terlantar

PAINAN–Merasa diterlantarkan, 38 buruh penggali jaringan kabel optik asal Desa Ginjahan, Kecamatan Jigen, Kabuapten Blora, Provinsi Jawa Tengah mengadukan nasib mereka ke Pemkab Pesisir Selatan, Jumat (31/10). Mereka mengaku diterlantarkan PT GEJ selaku perusahaan penggalian jaringan kabel optik di Lunang, Kecamatan Lunang Silaut, Pessel.

Dan untuk sementara mereka ditampung Pemkab Pessel di lokasi penginapan atlet di GOR Ilyas Yacub Painan. Koordinator buruh, Nyaman (53) mengatakan, awalnya mereka dijanjikan oleh salah satu utusan perusahaan bernama Budi untuk bekerja sebagai buruh penggali jaringan kabel optik di daerah Sumatera Barat. “Dalam perjanjian itu kami akan diberi upah sebesar Rp 9.000,- per meter plus uang makan sebesar Rp 25.000,- satu hari.

Namun setelah satu minggu lama bekerja perjanjian tersebut berubah secara sepihak, pihak perusahaan menyebutkan jika bonus makan tidak ada,” jelasnya. Dikatakan Nyaman, peristiwa inilah yang membuat kami merasa kecewa. Janji awal tidak sesuai dengan kenyataanya. Dan kami berkeinginan menuntut minta dipulangkan kembali ke kampung halaman. Pihak perusahaan yang mendapati laporan itu langsung menuju Painan.

Kordinator pekerja lapangan PT GEJ Wasito menyebutkan, permasalahan ini semuanya adalah kurangnya komunikasi para pekerja dengan pengawas di lapangan. “Adapun sebagaimana laporan dari para buruh tersebut tidak semuanya dianggap betul. Melainkan, adanya keterlambatan pihak perusahaan dalam pencairan dana makan mereka karena sesuatu hal,” akunya.

Dari 38 buruh ini ungkap Wasito, semuanya merupakan buruh baru yang didatangkan dari Pulau Jawa. Sedangkan ratusan buruh lainnya yang telah bekerja beberapa bulan ini tetap diperlakukan dengan perjanjian yang telah mereka sepakati. Toh, mereka masih bertahan sampai saat ini. “Barangkali ini merupakan salah satu penolakan bagi mereka yang tidak menyanggupi pekerjaannya. Jika memang demikian kita segera akan memulangkan mereka ke kampung halaman mereka ke Pulau Jawa,” tukasnya.

Sementara itu Bupati Pessel H Nasrul Abit yang mendatangi para buruh di lokasi penampungan menyabutkan, jika untuk sementara waktu ini mereka ditampung mereka di sini dan untuk logistik seperti makanan mereka Pemkab Pessel akan bertanggung jawab. “Sedangkan untuk biaya kepulangan mereka ke Jawa tengah kita bicarakan dengan pihak perusahaan yang memperkerjakan mereka,” ujar bupati. (*)

1 Komentar

  1. Jaek bana mah…..! alah dibaok urang karajo ba,a kok di tealntarkan…?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s