Potret Kampuang Asam Kumbang, Kecamatan Bayang Pessel 250 Jiwa hanya Diterangi Lampu “Togok”

Lampu Teplok

Lampu Teplok

Mentari sore berangsur mulai tenggelam di ufuk Barat pertanda malam mulai menjelang. Sementara burung berkicau terbang menuju sarangnya kehidupan pun telah berganti malam. Seiring sang rembulan mulai tersenyum menyambut bintang nan berseri, embun pun tak lupa menghiasi malam dingin di daerah perbukitan itu.

Fenomena alam mengiringi langkah Tim Telusur menuju daerah yang berada di perbukitan itu, tepatnya di Padang Talang, Kampuang Asam Kumbang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Persisnya 45 km dari pusat Ibu Kota Pessel, Painan.

Jalan bebatuan berkelok dan mendaki hampir saja menyurutkan hati untuk datang bertandang ke daerah tersebut, namun desiran air dan sejuknya udara serta pemandangan malam yang asri membuat kita penasaran untuk melihat dari dekat daerah tersebut.

Dengan bermodalkan “Colok Suluah Karambia” (Daun kelapa kering yang dibakar) perlahan Tim Telusur berjalan menyusuri daerah tersebut. Kendati hanya ditemani “colok” dan suara jangkrik, tak menyurutkan semangat berjalan sepanjang 3 km untuk sampai di daerah itu.

Sesekali suara kodok ramah menyapa setiap tamu yang lewat di hadapannya. Senada burung hantu pun melantukan suara merdunya seakan menyertai langkah kita menusuri jalan itu. Selang beberapa waktu tibalah di daerah tujuan.

Daerah yang ditempati lebih dari 50 unit rumah dengan 250 jiwa lebih mendiami daerah tersebut. Rumah yang berada disana hanya diterangi “Lampu Togok” (Lampu Templok minyak Tanah), demikianlah keseharian penduduk di daerah tersebut dalam menerangi malamnya. Langkah Tim Telusur terhenti di sebuah rumah semi permanen sangat sederhana yang berukuran 6X6 meter, sang pemilik rumah menyapa dan menawarkan untuk istirahat sejenak setelah lelah melakukan perjalanan menuju kampung tersebut.

Syafri (60) pemilik rumah tersebut, salah satu tokoh masyarakat yang telah mendiami daerah itu sekitar 35 tahun, secangkir kopi dan gorengan disuguhi kepada Tim Telusur sembari melepas lelah setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.

Sesaat bertanya kepada Syafri apakah daerah ini telah diusulkan kepada pemerintah untuk mendapatkan penerangan listrik, dengan senyumnya yang khas Syafri menjawab “Kalau untuak mausulkan, mungkin kami nan tingga disiko indak sakali duo kali lai. Barangkali alah bosan pulo pamarentah mandanga usulan itu ka itu sajo, tapi sampai saat iko alun ado jawaban yang kami dapek lai” ucapnya lirih. Ternyata daerah tersebut telah sering diusulkan untuk mendapatkan penerangan listrik, namun sampai saat ini belum ada kepastian yang mereka peroleh atas usulan mereka tersebut, keberadaan listik dikampung tersebut namun sangat diharapkan.

Dikatakan Syafri, untuk saat ini masyarakat yang ada di daerah tersebut terpaksa bertahan dengan menggunakan lampu teplok untuk menerangi rumah mereka, namun saat ini juga terkendala dengan sulitnya mendapatkan minyak tanah sebagai sumber penerangan mereka.

Sekarang ucapnya lagi, kami merasa sangat terisolir sekali, karena kami tidak bisa mengetahui perkembangan informasi yang ada, karena semua bersumber dari adanya jaringan listrik didaerah itu.

Ditambahkan Syafri, agar Pemkab Pessel memfasilitasi daerah tersebut dari ketertinggalan jaringan listrik, agar mereka semua bisa menikmati fasilitas penerangan yang memadai dan tidak merasa daerah mereka sebagai daerah yang sangat terisolir lagi. Adanya penerangan listrik ini sangat diharapkan masyarakat yang mendiami daerah itu. Dan ini semua adalah sebagai PR besar bagi Pemkab Pessel untuk mengentaskan keterisoliran daerah Pessel sendiri. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s