Mahasiswa Protes Pemkab Pessel, Bahas RAPBD di Rocky Hotel Plasa Padang

PADANG–Ikatan Mahasiswa Pesisir Selatan (Imapes) Unand Padang memprotes jajaran Pemkab Pessel melakukan rapat Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2009 di Rocky Hotel Plasa. Kegiatan pembahasan RAPBD itu dilakukan sejak Rabu (3/12) hingga hari ini, Sabtu (6/12).

Ketua Imapes Sepranoto mengatakan kegiatan yang dilakukan jajaran Pemkab Pessel membuang uang rakyat. Sebab, kegiatan itu dilakukan di hotel luar Pessel. “Apakah tidak ada hotel yang representatif di Pessel. Sementara Kabupaten Pessel masih memiliki angka kemiskinan cukup besar di tingkat kabupaten/kota se-Sumbar,” kata Sepranoto.

Sepranoto mempertanyakan apakah rapat pembahasan itu wajib dilakukan di luar daerah. Mestinya lanjut Sepranoto, jajaran Pemkab Pessel melakukan upaya untuk meningkatkan potensi ekonomi di Pessel dan menekan anggaran daerah untuk hal yang kurang tepat. Hal itu dapat dilakukan dengan cara menyelenggarakan rapat RAPBD di Kabupaten Pessel. Dengan cara itu setidaknya dapat membuat perputaran ekonomi di Pesisir Selatan dapat berputar dengan baik.

“Bukan sebaliknya harus membuang anggaran daerah ke daerah lain,” ujar Ketua Imapes usai hearing dengan panitia pembahasan RAPBD. Dari data yang didapatkan Imapes, Pemkab menghabiskan dana sekitar Rp100 juta lebih. “Biaya sewa satu kamar saja Rp500 ribu per malam. Jumlah kamar yang disewa di RPH sebanyak 30 kamar. Jumlah itu belum termasuk biaya makan dan sewa gedung,” tutur mahasiswa Unand tingkat akhir itu.

Kemarin, Imapes melakukan hearing dengan panitia pembahasan RAPBD 2009 Kabupaten Pessel. Mulanya kedatangan rombongan calon intelektual muda asal daerah Rabab Pasisie itu ditolak panitia, karena kedatangan mereka bersamaan dengan jadwal shalat Jumat. Kemudian rombongan diterima panitia dan peserta rapat RAPBD sekitar pukul 14.00 WIB. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kabupaten Pessel Alirman Sori. Mulanya suasana diskusi itu berjalan lancar, akan tetapi beberapa saat akan berakhir, suasana hearing mulai tidak kondusif.

Dikatakan Sepranoto, jumlah peserta rapat itu sebanyak 40 orang yang terdiri dari anggota DPRD dan Kepala Dinas se-Pessel. “Panitia rapat RAPBD tidak terbuka menjelaskan jumlah anggaran yang digunakan untuk kegiatan tersebut,” tutur Sepranoto. Dari hasil hearing itu, panitia RAPBD mengatakan pemilihan RPH sebagai tempat rapat RAPBD, karena tempat itu dianggap lebih nyaman dan tidak ada gangguan. Ketua DPRD Kabupaten Pessel Alirman Sori dihubungi melalui telepon genggamnya tidak berhasil dilakukan. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s