Soal Tapal Batas Sumbar-Bengkulu, Kondisi di Lapangan Memanas

H Nasrul Abit

H Nasrul Abit

PESSEL— Penetapan tapal batas wilayah secara administrasi yang telah disepakati kedua belah pihak pemerintah daerah, hingga saat ini masih belum bisa dipahami oleh masyarakat yang bermukim pada kawasan kawasan perbatasan tersebut. Akibatnya, terjadi persoalan penyerobotan lahan antar kedua wilayah itu.

Hal tersebut juga terjadi pada wilayah perbatasan Provinsi Sumbar dengan Bengkulu, tepatnya antara Kabupaten Pesisir selatan dengan Kabupaten Muko-muko yang sempat memanas beberapa waktu lalu.

“Persoalan tersebut dipicu oleh perbuatan oknum-oknum tertentu sehingga memicu kondisi di lapangan yang makin memanas dan tidak kondusif. Di sana ditemukan pilar batas wilayah yang rusak, hilang dan berpindah tempat. Dan untuk pemerintah kedua belah pihak telah sering kali melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut namun masih ada saja oknum yang memperkeruh suasana” ujar Bupati Pessel H Nasrul Abit kepada POSMETRO di ruang kerjanya kemarin.

Menurut Nasrul, sebenarnya permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan baik asalkan kedua belah pihak bisa saling terima keputusan batas wilayah tersebut, yang sangat disayangkan sekali adanya masyarakat Kabupaten Muko-muko yang mengusir masyarakat Kabupaten Pessel yang berladang di sekitar kawasan batas wilayah tersebut. Menurut mereka masyarakat Kabuapten Pessel telah menyerobot wilayah mereka, namun setelah dilakukan peninjauan masyarakat Pessel tersebut masih berada pada wilayah Kabupaten Pessel.

“Persoalan ini akan kita selesaikan secepatnya untuk menghindari pertikaian antar kedua belah pihak dan dalam waktu dekat kita akan lakukan pertemuan dengan Pemkab Muko-Muko untuk membicarakan persoalan ini, agar permasalahan ini segera dituntaskan”, tuturnya

Dikatakan, permasalahan ini juga bukan merupakan masalah tapal batas wilayah antar kabupaten saja, akan tetapi ini merupakan batas wilayah antar provinsi antara Sumbar dan Bengkulu. Dan secara lisan dan tulisan telah dilaporkan persoalan ini ke Pemprov Sumbar untuk ditindaklanjuti sampai sekarang masih menunggu keputusan tersebut.

“Kita sangat berharap sekali kepada masyarakat untuk tidak melakukan gerakan yang merugikan kita kedua belah pihak, karena kita semua merupakan saudara, namun saja ada sedikit permasalahan dan ini akan kita selesaikan secepatnya,” tegas Nasrul (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s