Diduga Malpraktek, Ibu Hamil Tewas

PAINAN— Diduga akibat kelalaian penanganan medis (malpraktek), Nopi (21)  warga Sungai Pampan, Kecamatan Batang Kapeh, Kabupaten Pesisir Selatan yang lagi hamil tua meninggal dunia, setelah diinjeksi dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Bersalin Permata Hati Rawang, Painan, Pessel, Rabu (7/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Marni (45) tante korban mengatakan, korban yang tengah hamil tua memeriksakan kandungannya ke Rumah Sakit Bersalin Permata Hati di Painan. Karena, telah merasakan tanda-tanda melahirkan, korban diantarkan Suaminya Yudi (29), Rabu pagi.  “Sesampainya di RS Bersalin Permata Hati, korban diperiksa Dokter Muslim. Menurut dia, korban akan melahirkan pada hari ini (Rabu-red),” katanya.

Dikatakan, setelah mendapatkan pemeriksaan dari sang dokter. Detak jantung ibu dan bayi yang dikandungnya dalam kondisi baik. lalu Dokter Muslim menyarankan agar korban dilakukan perawatan di RS Bersalin Permata Hati tersebut sembari menunggu jadwal  melahirkan. Lalu Dokter Muslim menyuntikan cairan yang katanya sebagai perangsang, agar cepat melahirkan sekitar pukul 15.00 WIB.

Lalu Dokter Muslim langsung keluar dari ruangan perawatan.“ Sekitar 10 menit diinjeksi, korban mengerang dan meronta seperti orang kesakitan. Dan kita pun pihak keluarga segera memberitahu kepada perawat yang bertugas. Perawat  mengatakan memang sebelum melahirkan tersebut merasakan sakit yang luar biasa,” jelas Marni.

Karena kuatir terang Marni, pihak keluarga mendesak perawat agar permasalahan ini segara ditangani Dokter Muslim. Alangkah kagetnya pihak keluarga mendengar alasan dari Perawat, yang katanya Dokter Muslim sedang tidur tidak bisa diganggu dan sakit yang dialami korban  belum menunjukan tanda-tanda melahirkan.

Dia menyebutkan, selang beberapa menit, korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 16.00 WIB. Sekujur badan korban menghitam seperti orang keracunan obat. Yang tidak mengenakan lagi masih menurut Marni, setelah korban dinyatakan meninggal, Dokter Muslim hanya bersikap bisa saja dan tanpa merasa ada permaslahan. Padahal ini menyangkut nyawa manusia.“ Sekarang kita pihak keluarga meminta pertanggung jawaban Dokter Muslim atas peristiwa ini,” tagasnya.

Sementara itu, dr Muslim SpOG mneyangkal jika dirinya telah keliru melakukan tindakan medis yang menyebabkan meninggalnya Nopi. “Saya telah melaksankan tugas sesuai dengan kode etik kedokteran. Menurut saya, meninggalnya Nopi merupakan kehendak yang maha kuasa,” katanya. (*)

1 Komentar

  1. saya merasa prihatin terhadap apa yang terjadi pada saudara novi, hal seperti itu sudah sering terjadi dalam praktek yang bisa menyebabkan fatal terhadap pasien, namun tidak ada perhatian dari dinas untuk menulusuri dan mengambil berbagai kebijakan untuk menanggulangi hal tersebut.
    saya menyarankan agar keselamatan pasien lebih di utamakan di bandingkan dengan yang tertera pada kejadian tsb, alasan dokter sedang tidur merupakan hal yang tidak terpuji menjadi seorang dokter…………………….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s