Kepala KPPN Painan Tewas

Tertelungkup-- Beginilah kondisi jasad Kepala KPPN ketika ditemukan tidak benyewa lagi, diduga ia tewas akibat serangan jantung. Foto. Diky Lesmana.

Tertelungkup-- Beginilah kondisi jasad Kepala KPPN ketika ditemukan tidak benyewa lagi, diduga ia tewas akibat serangan jantung. Foto. Diky Lesmana.

PAINAN— Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Painan Ariandi (56) ditemukan tewas dalam rumah dinasnya Jalan Rawang Utara Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (19/1) sekitar pukul 06.45 WIB.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab kematian korban. Informasi yang dihimpun POSMETRO, korban yang tinggal sendirian di rumahnya ditemukan tewas dalam posisi tertelungkup di ruang tengah. Dengan mengenakan celana pendek warna dongker serta mulut mengeluarkan darah. Jasad korban ini, diketamui Roni (26) sopir korban yang hendak menjemput untuk berangkat ke kantor. Kegiatan seperti ini, biasa ia lakoni setiap harinya terkecuali pada hari libur kantor.

“Seperti biasanya, pagi saya selalu menjemput Ari. Namun, sesampainya di rumah saya tidak menemukan beliau dan saya telah menggedor pintu akan tetapi tak ada sahutan dari dalam rumah,” ujar Roni. Dikatakan Roni, karena tidak adanya sahutan dari dalam rumah. Lalu dia menanyakan keberadaan korban ke tetangga yang kebetulan masih satu komplek KPPN. Namun, tak satu orang yang mengetahui keberadaannya.

“Saya lanjut mencari keberadaan korban di kantor. Namun tak satu pun pegawai yang melihatnya. Setelah itu saya kembali ke rumah dengan mencermati keadaan dalam rumah dari jendela. Alangkah kagetnya saya ketika melihat dari balik jendela, dia terlihat seperti tersungkur dan tidak bergerak. Lalu saya beritahukan peristiwa tersebut kepada seluruh pegawai kantor dan dilanjutkan ke Polisi,” katanya.

Selang lima menit, Personil Polres Pessel dibawah komando Kasat Intelkam Iptu Heri Satriawan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan identifikasi. Melihat kondisi seperti itu. Masyarakat sekitar juga “buncah” dalam hitungan detik telah memenuhi lokasi. “Polisi yang datang terpaksa mendobrak pintu belakang rumah korban karena seluruh pintu terkunci. Setelah bisa masuk polisi  menemukan jasad korban tengah tertelungkup dan tidak bernyawa lagi,” ungkap Heri.

Kemudian polisi melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab utama kematian korban. Jasad korban dibawa ke RSUD M Zein Painan untuk dilakukan outopsi. Waka Polres Pessel Kompol Sutoyo didampingi Kasat Reskrim Polres Pessel AKP Yuhirza Yunus kepada koran ini mengatakan,setelah dilakukan outopsi belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kuat dugaan, korban tewas akibat serangan jantung yang telah lama dideritanya.

Dan kemudian dari informasi pihak keluarga korban juga pernah mengalami penyakit Stroke,” kata Sutoyo. Namun, lanjut Sutoyo, polisi tetap melakukan penyidikan dalam kasus ini dan seluruh data informasi dan barang bukti kita jadikan bahan penyidikan. Dan kemudian jasad korban rencananya pada hari ini juga akan dikirimkan ke pihak keluarga di Jakarta untuk dikebumikan. (*)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s